Stres Mendekam di Penjara, Ahmad Dhani Ngamuk Saat Hendak Dimasukkan ke Mobil Tahanan



Tidak mudah bagi seseorang untuk bisa menerima nasib dikurung selama berbulan-bulan bahkan bertahun tahun di penjara.

Karena, kehidupan di sana sangatlah berbeda dengan kehidupan di luar.



Di penjara orang tidak bisa berbuat semaunya. Tidak bisa pergi semaunya. Dan tidak bisa bertemu dengan siapapun semaunya.

Untuk bertemu dengan keluarga pun dibatasi.

Ada jam-jam tertentu keluarga boleh membesuk, dan ada waktu-waktu tertentu sang terpidana harus sendirian, tidak boleh ditemani oleh siapapun.

Selain itu, tentunya makanan.

Meskipun ia orang kaya, tapi ketika mendekam di penjara, tetap tidak bisa setiap hari makan makanan enak.

Karena untuk mendapatkan makanan yang enak-enak tersebut harus menunggu kiriman dari keluarga atau kerabat terdekat dulu. Sedangkan makanan yang disediakan oleh pihak Lapas hanya makanan sederhana saja yang sudah cukup memenuhi gizi sang terpidana.

--000--

Terpidana tidak bisa sesuka hati memesan jenis makanan yang disukai kepada pihak Lapas.

Misalnya ada yang doyan sate, request sate. Ada yang doyan nasi Padang, request nasi Padang.

Peraturannya tidak seperti itu.

Konsumsi warga Lapas sudah ditentukan. Baik itu untuk makan siang, pagi dan malam.

Kecuali kalau napi tersebut merupakan terpidana hukuman mati, yang tinggal menunggu waktu saja kapan akan dieksekusi.

Ia biasanya diberi permintaan terakhir sebelum dihadapkan dengan para eksekutor.

Nah, permintaan terakhir itulah bisa dimanfaatkan untuk request makanan kesukaan, seperti bakso, pecel, nasu uduk, gado-gado, nasgor, mie Aceh, dll.

Kondisi memperihatinkan seperti inilah yang belum bisa diterima sepenuhnya oleh terdakwa kasus pencemaran nama baik yang juga suami kedua Mulan Jamela, Ahmad Dhani.

Bagaiamana tidak, Dhani berubah 180 derajat setelah mendekam di penjara.

Sebelumnya, garangnya minta ampun, di dunia maya.

Terutama kepada Ahok yang saat itu juga mengalami nasib yang sama seperti-nya saat ini.

Dhani bahkan mengatakan Ahok bajingan yang perlu diludahi mukanya.




Dan, karena kegarangannya di media sosial itu pula, yang pada akhirnya mengantarkannya ke pintu penjara.

Setelah mendekam di penjara, kegarangan itu jadi hilang seketika, bak ditelan bumi.

Yang ada justru kondisi yang memprihatinkan.

Satu persatu penyakit menghinggapi tubuh-nya.

Pertama, ia mengeluh asam uratnya kambuh.

Bahkan, karena begitu seriusnya asam urat tersebut menggerogoti tubuh Dhani, sampai-sampai ia tidak bisa bangun dan berjalan.

"Sempet sakit, asam urat dan enggak bisa jalan," ujar pengacaranya, Hendarsam.

Keluarga Dhani juga berharap eks lawan FPI tersebut bisa menjalani rawat inap di rumah sakit.



Namun sayangnya, tidak diizinkan pihak Lapas, lantaran sudah ada dokter khusus yang memeriksa tahanan yang sedang sakit.

--000--

Belum selesai dengan asam urat, Dhani mengeluh sakit gigi.

Lagi-lagi ia minta dirawat di rumah sakit.

Melalui kuasa hukumnya, Dhani mengajukan permohonan pengobatan di rumah sakit kepada majelis hakim saat menjalani sidang lanjutan di PN Surabaya, (02/04).

"Ahmad Dhani sakit gigi, kami ajukan surat permohonan pembantaran agar Ahmad Dhani dirawat di rumah sakit," kata pengacaranya sekaligus pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian.

Sakit gigi aja kok, minta menjalani rawat inap di rumah sakit.

Manja banget jadi orang.

Mending giginya aja yang dirawat di rumah sakit, Dhani-nya tetap mendekam di penjara.

--000--

Mau menjalani perawatan di rumah sakit apa mau mencari suasana baru? Hehehe

Mungkin dia stres kak ema! Hahaha

--000--

Teranyar, yang dilakukan oleh Dhani, menunjukkan kalau dia memang benar-benar sudah stres mendekam di penjara adalah berontak saat hendak dimasukkan ke dalam mobil tahanan (11/04).

Saat tiba di pintu belakang mobil, Dhani yang hendak memberikan pernyataan kepada wartawan tiba-tiba meberontak tidak jelas.

Tarik-menarik pun terjadi antara jaksa pengawal tahanan dengan pendukung Prabowo tersebut hingga beberapa menit.

Dhani pun akhirnya berhasil melepaskan diri dari cengkeraman para jaksa itu.

"Sudah puas fotonya?" teriak-nya kepada wartawan.

Bersyukur Dhani tidak sampai melarikan diri, sehingga tidak membuat repot para jaksa lebih lanjut.

Setelah ngamuk-ngamuk tidak jelas itu, ia akhirnya masuk ke dalam mobil tahanan dengan sendirinya.

--000--

Sepertinya Dhani harus lebih banyak belajar bersabar dan beristighfar lagi, agar kadar setresnya tidak bertambah.

Masa melakukan ujaran kebencian berani, tapi ketika mendekam di penjara ngamuk-ngamuk gak jelas gitu?

Lagian pula, masa hukumannya masih cukup lama kok, yakni 1,5 tahun penjara.

Nikmati saja dulu itu.

Belajarlah dari Ahok yang sudah kau hina. Tapi dia bisa menerima semua kenyataan pahit yang menimpanya dengan lapang dada.
loading...

Berita Terkait

Post a Comment

0 Comments